Selama sepuluh tahun berkarir MotoGP, Cal Crutchlow berbagi garasi dengan Colin Edwards, Andrea Dovizioso, Bradley Smith, Jack Miller dan Takaaki Nakagami ketika membalap di Tech3 Yamaha, Ducati dan LCR Honda.

Dari semua itu, Nakagami menjadi rekan setim Crutchlow terlama di MotoGP. Keduanya menghabiskan tiga musim bersama setelah Taka tiba di LCR sebagai rookie pada 2018.

Kepribadian mereka sangat berbeda dan aura kompetitif MotoGP terkadang membuat hubungan rekan satu tim sering renggang. Namun, Nakagami justru terkejut dan bersyukur atas bantuan yang ditawarkan oleh pria Inggris itu, khususnya selama musim rookie sang pembalap Jepang di MotoGP.

"Saya agak sedih Cal meninggalkan Honda dan pindah ke Yamaha sebagai pembalap tes. Tapi semoga sukses untuk Cal, senang sekali bisa tetap di sisinya sebagai rekan satu tim selama tiga tahun," kata Nakagami.

“Terutama tahun pertama, dari Moto2 ke MotoGP, dia banyak membantu, luar biasa. Saya belum pernah melihat rekan setim membantu sebanyak ini. Dalam tes, sepanjang musim, juga beberapa latihan ketika dia punya waktu, saya bisa ikuti dia.

"Dia selalu memperhatikan bagaimana saya perlu beradaptasi dari Moto2 ke MotoGP, dan dia selalu berhati-hati untuk melihat apa yang terjadi, bagaimana perasaan saya dengan motor MotoGP. Itu sangat serius, dia selalu menjaga saya.

“Saya belajar darinya beberapa tip tentang bagaimana mengendarai Honda karena dia memiliki banyak pengalaman dari Yamaha, Ducati dan Honda. Jadi dia memiliki pengalaman dan feeling berkendara dari pabrikan yang berbeda. Dia menjelaskan bahwa dengan motor Honda 'Anda harus melakukannya melakukan ini, Anda harus mengendarainya seperti ini '. "

Nakagami menerima nasihat itu, membantunya naik dari posisi 20 di kejuaraan dunia selama pada musim Rookiernya dan menembus 10 besar sekaligus jadi pembalap Honda terbaik, di mana dia juga menorehkan pole-position, podium, bahkan berpeluang menang untuk pertama kalinya. Alhasil, ia mendapatkan paket RC213V pabrikan mulai musim MotoGP 2021.

Di sisi lain, rentetan cedera membuat Cal Crutchlow, pemenang tiga balapan kelas para raja, menjalani tahun terburuknya di grand prix. Pun demikian, Nakagami mengatakan dia masih mendapat keuntungan dari Crutchlow sebagai rekan satu timnya.

"Bahkan sekarang saya senang untuk tetap bersamanya. Dia memiliki potensi yang besar bagi para pembalap, balapannya terlihat sangat agresif di TV, tetapi kenyataannya, dia sangat sensitif, dan saya dapat melihat dari data dia adalah yang paling seimbang dari para pengendara, "kata Nakagami.

"Marc [Marquez] sedikit lebih agresif, dia sulit ditiru. Tapi dengan Cal, tidak seperti gaya Marc, lebih mudah diikuti. Dia memiliki kecepatan yang sangat bagus, juga sangat kuat pada pengereman dan saat keluar dari tikungan. Jadi saya selalu melihat datanya untuk melihat bagaimana dia mengendarai motor.

"Tahun ini dia sedikit kesulitan, tapi saya selalu melihat datanya karena bahkan pada saat dia satu detik lebih lambat dari saya selalu ada beberapa tempat, beberapa tikungan, khususnya saat keluar tikungan, di mana dia sedikit lebih cepat dari saya.

"Jadi saya mencoba mengambil poin kuatnya dan meniru gaya balapnya, itu sangat membantu. Saya dapat mengatakan bahwa saya belajar banyak hal darinya, dan itulah mengapa sekarang, untungnya, saya sekarang bisa bertarung dengannya.

"Pada tahun pertama ini tidak mungkin, tetapi sekarang Anda dapat melihat dari tahun kedua saya dan juga musim ini, di banyak balapan saya mampu melawan dan mengalahkannya, saya mengambil langkah [besar] dari nasihatnya. Merupakan pengalaman yang luar biasa menghabiskan tiga tahun bersama Cal, jika dia tidak banyak membantu, maka saya pikir saya akan lebih kesulitan.

"Jadi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Cal karena dia orang yang hebat. Semoga kita bisa minum kopi bersama di waktu lain, dan aku bisa menghabiskan waktu santai bersama Cal."

Jauh dari pembahasan rumitnya menguasai RCV, Nakagami mengaku awalnya bingung dengan karakter Cal Crutchlow. Tetapi 'setelah beberapa bulan' dia mulai memahami selera humor orang Inggris itu dan komentarnya yang terus terang.

"Dia orang yang sangat baik. Tapi jika dia memikirkan [sesuatu] dia akan langsung mengatakannya, selama balapan akhir pekan dan di luar itu," kata Nakagami.

"Aku suka karakter Cal, dia selalu bercanda. Sulit bagiku untuk memahami apakah dia berbicara dengan serius atau tidak. Tapi sekarang, aku tidak mendengarkan setiap kata, karena dia selalu bercanda, hampir tidak pernah serius!"

Adapun posisi Cal Crutchlow di LCR Honda akan digantikan oleh Alex Marquez mulai musim 2021.

Pembalap yang unik, sungguh menyenangkan

Aleix Espargaro tidak pernah berbagi garasi dengan Cal Crutchlow tetapi berdiri di samping pria Inggris itu ketika dia meraih satu-satunya podium MotoGP hingga saat ini di Aragon 2014. Pun demikian, Aleix menganggap Cal adalah seorang pembalap yang unik dan menyenangkan.

"Hal pertama yang ingin saya katakan adalah senang membalap bertahun-tahun dengan Cal Crutchlow. Dia pembalap yang saya rasa sangat dekat, saya suka gaya hidupnya dan pendekatannya terhadap kehidupan dan balapan, di dalam dan di luar trek," ungkap pembalap Aprilia tersebut

"Saya sudah mengatakan kepadanya bahwa saya akan bertukar helm dengannya, tetapi saya ingin mengatakan kepada semua orang bahwa hari ini adalah balapan terakhir untuk pembalap unik dan itu menyenangkan."

Cal Crutchlow memang sudah tak lagi membalap full-time di MotoGP, namun ia bisa saja turun sebagai wild-car sebagai bagian dari peran sebagai pembalap tes di Yamaha.

 

Comments

Loading Comments...