Valentino Rossi pertama kali merasakan sirkuit Portimao yang mendebarkan ketika dia bergabung dengan banyak rival MotoGP-nya untuk pengenalan trek pada hari Rabu.

Memiliki jam terbang di kejuaraan balap motor Grand Prix sejak 1996, Valentino Rossi sudah menjajal puluhan sirkuit sepanjang kariernya. Namun, baru kali ini The Doctor membalap di Sirkuit Portimao, yang jadi tuan rumah akhir pekan MotoGP Portugal.

Jelang akhir pekan, para pembalap mendapatkan sesi shakedown di Sirkuit Portimao, yang pertama kali menggelar balapan MotoGP. Di mana para pembalap dari pabrikan non-konsesi menjajal trek dengan motor produksi, termasuk Rossi serta Vinales yang menjajalnya dengan Yamaha YZF-R1.

"Berkendara di sini sangat menarik, karena treknya indah dan secara teknis cukup sulit," kata Valentino Rossi, pembalap dengan 24 tahun pengalaman di balap motor Grand Prix.

"Ini trek yang sangat unik karena [memiliki] banyak perubahan ketinggian. Tapi [pemandangannya] indah dan aspalnya bagus, gripnya bagus. Anda bisa sangat menikmatinya saat berkendara di sini. Itu terlihat lebih sulit di televisi, sedikit lebih rumit, tetapi dalam kehidupan nyata itu bagus.

"Ada tiga atau empat poin yang agak menakutkan, karena Anda memiliki lompatan besar. Akan sulit untuk menjaga [ban] motor MotoGP tetap menyentuh tanah, tetapi secara umum itu adalah trek yang sangat manis untuk dikendarai, jadi saya menyukainya.

"Ini juga hari yang baik untuk tes di sini, karena kami memiliki kondisi yang baik, ini penting saat Anda [mulai] terbiasa dengan trek baru."

Vinales adalah salah satu dari sedikit pembalap yang memasangkan transponder di motornya, ia mencatatkan laptime 1m 43.699s dengan YZF-R1, lebih lambat sekitar 3,5 detik dari waktu terbaik dengan motor MotoGP yang dicatatkan oleh Aleix Espargaro.

"Treknya berbeda dari biasanya, karena perubahan ketinggian, dan sebagian besar tikungan memiliki entri yang buta. Tapi secara keseluruhan saya merasa sangat baik," kata pembalap Spanyol itu.

"Ini jenis trek yang saya suka, karena Anda membutuhkan banyak [trek] beralur dan tikungan kencang. Saya sudah memiliki feeling yang baik dengan motor jalanan standar, dan saya pikir akan lebih baik lagi ketika saya mengendarai motor MotoGP, saya akan lebih cepat.

"Treknya terlihat luar biasa dan sangat menyenangkan untuk dikendarai. Tantangan terbesar di sini adalah [menjaga motor dari] wheelies*, kami harus bekerja keras untuk ini karena ada banyak perubahan pada ketinggian dan kami perlu kontak [ban] depan [dengan tanah], jadi kami harus sedikit mengubah [settingan] motor, itu pasti.

"Tikungan terakhir di sini luar biasa, saya menyukainya. Saya berharap treknya lebih panjang, [karena] sebenarnya cukup pendek, tapi saya menyukainya."

Pembalap tes resmi dari masing-masing pabrikan juga berada di trek, dengan Jorge Lorenzo membuat penampilan keduanya tahun ini untuk Yamaha.

Masih mengendarai motor 2019, tiga kali juara dunia MotoGP itu paling lambat dari mereka yang memasang transponder waktu. Lorenzo tertinggal 4,7 detik di belakang Espargaro, namun ia optimistis bisa membuat 'langkah besar' pada hari terakhir tes, Kamis.

"Tentu tidak mudah untuk mulai mengendarai motor MotoGP lagi setelah istirahat sembilan bulan," kata Lorenzo. "Besok kami akan mencoba lebih banyak pengaturan untuk melihat apakah kami dapat meningkatkan dan membuat langkah besar.

"Treknya luar biasa. Unik, dibandingkan dengan trek lain, ada banyak perubahan ketinggian, dan itu sangat menyenangkan untuk dikendarai. Mudah-mudahan besok saya memiliki feeling yang baik, dan kami bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan."

Sementara Lorenzo dan pembalap penguji lainnya melanjutkan di Portimao pada hari Kamis, para pembalap MotoGP akan bertolak menuju Le Mans untuk MotoGP Prancis akhir pekan ini. Adapun ajang perdana MotoGP Portimao akan berlangsung sebagai balapan penutup MotoGP musim 2020, 20-22 November.

*wheelies: kondisi di mana roda depan motor mengangkat

 

Comments

Loading Comments...